Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Senin, 11 Maret 2013

Perkusi
Kegiatan nongkrong bareng di salah satu sudut di Kota Malang (c)katropolisss
Akhirnya setelah beberapa pelajar lain yang juga hobi dengan Vespa mulai banyak bergabung, komunitas Perkusi terbentuk. Dan kegiatan awal yang mereka lakukan adalah berkumpul di hari Sabtu di perempatan di sebuah rombong kopi di daerah Stadion Gajayana.
Meski pada awalnya komunitas ini terbentuk karena tak sengaja, namun akhirnya mereka mulai menentukan sikap dan tujuan dari dibentuknya Perkusi. Selain untuk menambah teman dengan para pengguna Vespa dari komunitas lain, Perkusi juga menjadi wadah bagi mereka para pelajar untuk menyalurkan hobi yang positif dengan menggemari Vespa.
Selain itu, mereka juga memiliki kegiatan-kegiatan yang rutin mereka lakukan, seperti di antaranya melakukan touring yang sejauh ini sudah mencapai daerah Madiun.
Tak hanya hura-hura mereka juga memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi. Meski rata-rata mereka memiliki Vespa warisan orang tua atau membeli Vespa dari dana orang tua karena masih belum bisa menghasilkan uang sendiri, mereka masih mau menyisihkan uang saku untuk melakukan kegiatan amal, seperti yang pernah mereka berikan di salah satu panti asuhan di Kota Malang.
Komunitas ini pun memberikan efek positif bagi para anggotanya, selain membuat mereka keren di kalangan pelajar lain dan tentunya mudah mendapat gebetan, kreativitas dan ketrampilan di bidang otomotif pun muncul. Beberapa di antara mereka akhirnya mulai andal dalam hal mekanik, seperti Syaiful atau yang akrab disapa Ipul yang menjadi tumpuan pelajar lain bila Vespa mereka mengalami kerusakan ataupun ingin membuat Vespa mereka menjadi lebih baik.
Selain itu, beberapa rencana juga mulai mereka rancang, seperti memiliki usaha Clothing yang sudah mulai mereka rintis saat ini. Meski untuk saat ini hanya untuk internal Perkusi, namun tak menutup kemungkinan bakal menjadi usaha komersil Perkusi.
Meski banyak hal positif yang mereka dapatkan, namun hal-hal buruk juga pernah mereka alami, dan hal yang paling sering menimpa mereka adalah, mogok. Apalagi bila Vespa yang mereka tunggangi tersebut mogok ketika berhenti di traffic light.
Kini, beberapa di antara anggota Perkusi sudah menyelesaikan pendidikannya di SMA maupun SMK, namun hal tersebut tak membuat mereka berpisah dan lepas dari Perkusi. Bahkan mereka pun mulai mengkader anggota baru, hal tersebut merupakan usaha mereka untuk membuat Perkusi tetap hidup dan terus eksis. Hendra Novianto - Bola.Net
Sumber: http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4317402882202183304#editor/target=post;postID=5112150385682623470

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar